?

Log in

akuma_n0_tsuki
12 December 2013 @ 01:57 pm

lama gak muncul, begitu liat LJ, rasanya mau post sesuatu....tapi gak tau mau post apa..... ._.
eh, keinget ada FF k-idol yang dulu pernah kubuat...maka dari itu, sekarang ku post lah....
yang mau baca/liat silahkan, yang gak ya sudah....
dan harap maklum kalo ada kata-kata dalam bahasa Koreanya ya...namanya juga FF k-idol..^^v

douzo...^.^)/


Title: CRAYON
Author: Akuma4869


Cast:
G-Dragon (boy)
Kwon Jiyong (girl)
TOP
Other Big Bang members
Other casts

Note from author:
Sebenernya ide ini cerita muncul karena saia nonton MV CRAYON
Dan ada pengaruh dikit dari lagu That XX sihh…
Tapi cenderung ke Crayon.. dari That XX bener2 cuma 1 hal aja..
jadi yahh begitulahh..
saia gak jamin gimana akhir dari cerita, isi cerita maupun jalan cerita ini yak..

Kesamaan tokoh, latar, cerita, dll bukan tanggung jawab author..
Tolong tanggung jawab sendiri aja(???) #pllllaakkk XP
Perlu diingat bahwa ini cerita 100% FIKSI
Isinya juga banyak yang gak sesuai sama kenyataan jadi, jangan pertanyakan kebenarannya dan jangan percaya info2 yang ada dalam cerita ini

#NP.GD-Crayon


AUTHOR POV
G-Dragon atau yang lebih dikenal dengan GD adalah salah satu personil dari boyband yang terkenal yakni Big Bang
Sekalipun memiliki banyak fans, yang mencerminkan bahwa dia memiliki banyak kelebihan dari wajah sampai kemampuannya..
Tetapi belum dia temukan seseorang yang benar-benar menggambarkan tipe gadis idealnya..
Belum pernah ia rasakan yang namanya jatuh cinta
Memang tak disangka sama sekali..
Cinta pertama memang pernah ia rasakan, tetapi itu sudah lama sekali terjadi

Saat ini, GD sedang mempersiapkan comeback solonya dengan Mini Album pertamanya
Walau masih belum jelas kapan, tapi wacana akan dibuat Mini Album solo pertamanya sudah ia dengar dari entertainmentnya
Ia jadi sering bepergian jika ada waktu luang untuk membuat lagu yang akan dipakai dalam Mini Albumnya

Hari ini kebetulan Big Bang sedang tak ada kegiatan dan GD kembali berjalan keluar dorm
Ia terus berjalan hingga akhirnya ia sampai di depan sebuah café yang baru pertama kali ia lihat
Reyn Café
Begitulah yang tertulis di depan café itu
Ia melihat sekilas bahwa suasana café itu cukup nyaman dan ia memutuskan untuk masuk ke café itu

“Selamat datang di Reyn Café” sapa pelayan toko itu
GD pun memilih tempat di dekat jendela
Tak lama setelah GD duduk, seseorang datang mendekatinya
“permisi, ingin pesan apa?” ujar seorang pelayan seraya memberikan menu
‘eh?’ batin GD setelah melihat pelayan itu
Yup! GD mengira gadis itu adalah pelayan, tetapi GD bingung kenapa ia tak memakai seragam pelayan toko ini
Pakaiannya berbeda dengan pakaian pelayan lainnya
Dan entah kenapa GD tak bisa melepaskan pandangan matanya dari gadis itu
“umm.. maaf, anda ingin memesan apa?” Tanya gadis itu sekali lagi
“ha? Oh.. saya pesan..” jawab GD seraya melihat menu yang diberikan
“Caramel Latte satu” ujar GD akhirnya
“baik, mohon ditunggu sebentar” balas gadis itu
Setelah gadis itu beranjak pergi GD masih memperhatikannya
Ia benar-benar tak bisa melepaskan pandangannya dari gadis itu
‘DEG’
“neomu yeppeo” ujar GD pelan
Tanpa ia sadari, GD sudah jatuh cinta pada gadis yang bahkan namanya saja tak ia ketahui
Tak lama kemudian, gadis itu kembali mendatangi meja GD sambil membawa pesanan GD
“silahkan dinikmati” ujarnya
Setelah beberapa saat melihat gadis itu, GD pun berniat meminum Caramel Latte-nya
sesaat sebelum meminum Caramel Latte-nya GD menyadari ada Latté Art di Caramel Latte-nya


‘kepingan salju?’ batin GD
Lalu GD pun tersenyum dan mulai menulis lirik

Setelah itu, GD pun selalu pergi ke Reyn Café setiap kali ia ada waktu
Bahkan jika memungkinkan setiap hari
GD pun menjadi cukup akrab dengan gadis yang menarik hatinya yang ternyata pemilik dari café itu yang bernama Kwon Jiyong
GD dan Jiyong pun semakin lama semakin dekat dan awal kedekatan mereka adalah karena Jiyong mengusir fans-fans GD yang sangat ribut

Flashback

Setelah beberapa kali ke Reyn Café, ternyata ada beberapa fans GD yang melihatnya masuk ke café itu
Fans-fans itu mengikuti GD hingga ke dalam café dan mendekati GD lalu membuat suasana dalam café menjadi ribut karena mereka berteriak-teriak
Pengunjung café yang memang datang ke Reyn Café karena mencari suasana yang tenang dan nyaman pun merasa terganggu
Memang, tertulis sebuah peraturan yang terlihat di beberapa tempat di dalam café yang bertuliskan: ”Reyn Café adalah café yang mengutamakan suasana nyaman dan tenang, jadi seluruh pengunjung café diharapkan untuk tidak mengganggu pengunjung lainnya. Jika tidak, pengunjung dimohon untuk keluar dari café atau akan dikeluarkan dengan paksa”
Seperti itulah kira-kira isi dari satu-satunya peraturan di Reyn Café yang berlaku untuk semua orang yang berada di Reyn Café
Dan karena fans-fans GD membuat keributan, Jiyong pun langsung menegur mereka
“mohon maaf, tapi bisakah anda sekalian tidak membuat keributan? Karena saya rasa, apa yang anda sekalian lakukan telah mengganggu pengunjung lainnya” tegur Jiyong
Tetapi fans-fans GD hanya melihat sekilas ke arah Jiyong, lalu kembali ribut disekitar GD
Jiyong pun memanggil beberapa pegawainya dan petugas keamanan yang ada dan mereka pun langsung mengusir fans-fans GD dan memperketat penjagaan café agar suasana di dalam café tetap tenang dan nyaman
“saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada anda sekalian bila kejadian tadi telah mengganggu kenyamanan anda sekalian, saya akan berusaha sebaik mungkin agar kejadian ini tidak terulang kembali. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya” ujar Jiyong kepada seluruh pengunjung café
Lalu, setelah Jiyong selesai berkata demikian, banyak terdengar ucapan yang positif terhadap Jiyong dari para pengunjung café seperti
“tidak apa-apa, yang penting semua bisa diatasi”
“betul, yang penting sekarang sudah kembali tenang”
“lagipula yang salah bukan master”
begitulah antara lain beberapa komentar pengunjung café yang sebagian besar sudah mengetahui Jiyong adalah pemilik Reyn Café dan memang hampir semua memanggil Jiyong dengan master
“terima kasih banyak. Silahkan melanjutkan kembali kegiatan anda sekalian” kata Jiyong
Lalu, GD pun berkata
“mianhe, ini semua karena aku ada di sini. Lain kali aku tak akan datang lagi agar kejadian seperti ini tak terulang”
“tak apa, kau dengar sendiri tadi semua yang ada disini tidak bermasalah dengan hal itu. Kau tenang saja, aku akan memberitahu semua petugas keamanan dan pegawai café ini agar memperketat keamanan café ini dan kejadian ini tak terulang kembali. Maka, bila kau ingin datang lagi itu bukan masalah” balas Jiyong
Setelah itu, Jiyong pun kembali bekerja dan setelah itu GD tetap sering datang ke Reyn Café dan akhirnya hubungan GD dan Jiyong pun bertambah dekat

Flashback end

GD dan Jiyong sudah menjadi teman dekat dan suatu hari GD meminta Jiyong untuk mengantarkan beberapa minuman(coffee) dan makanan dari café-nya ke suatu alamat yang Jiyong tak ketahui
Reyn Café memang tak hanya café biasa yang hanya menyediakan kopi dan cemilan seperti cake, tetapi juga ada makanan seperti nasi atau makanan berat lainnya bagi yang ingin makan makanan yang mengenyangkan juga ada layanan pesan antar
‘mungkin ini rumahnya atau kantornya..’ begitu pikir Jiyong
Tetapi, setelah sampai di tempat yang dimaksud, Jiyong kaget karena ternyata tempat yang dimaksud adalah studio untuk latihan dan rekaman
Dan ternyata di dalam ada semua member Big Bang

“oh, sudah sampai ya?” ujar GD
“oh iya, kalian semua perkenalkan ini temanku Jiyong. Jiyong, ini adalah Taeyang, Seungri, Daesung , dan ini T.O.P” GD memperkenalkan Jiyong dan member Big Bang
Mereka pun saling berkenalan dan berbincang-bincang sebentar kemudian Jiyong pun kembali ke café

Lalu, pokok pembicaraan member Big Bang selanjutnya adalah betapa cantiknya Jiyong
Dan GD pun merasa menyesal telah memperkenalkan Jiyong
Ia merasa cemburu

Beberapa hari kemudian, akhirnya GD mempunyai waktu luang dan ia pun langsung pergi ke Reyn Café
Tetapi apa yang ia lihat di sana membuatnya sangat kaget serta cemburu
Di Reyn Café sudah ada T.O.P yang sedang berbincang-bincang dengan Jiyong
GD sangat kesal dan cemburu kepada T.O.P
Ia pun akhirnya mencoba untuk semakin mendekati Jiyong dan mencari waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya kepada Jiyong

Tetapi, saat pada akhirnya GD menemukan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya, GD tak sengaja melihat pernyataan cinta T.O.P kepada Jiyong dan ia lihat setelah mereka berdua berbicara, Jiyong pun tersenyum
GD pun langsung pergi tanpa mendengar jawaban Jiyong

GD’s POV
“neol saranghae.. maukah kau menjadi yeojachinggu-ku?” kudengar suara T.O.P
‘ha? T.O.P hyung?’ batinku
T.O.P hyung juga menyukai Jiyong, sudah kuduga
Tapi aku tak mengira bahwa aku akan kalah cepat dengannya
Kulihat Jiyong menjawab, tapi aku tak dapat mendengar suaranya
Lalu, mereka berdua pun berbicara, tapi suara mereka telalu pelan, aku tak dapat mendengar obrolan mereka
Dan kulihat Jiyong pun tersenyum setelah T.O.P mengusap-usap kepalanya
Dan kutahu jawaban Jiyong
Aku kalah langkah dan sekarang aku telah patah hati
Aku pun langsung pergi tanpa mau tahu apa yang mereka lakukan dan bicarakan setelah itu

JIYONG’s POV
“neol saranghae.. maukah kau menjadi yeojachinggu-ku?” Tanya T.O.P oppa padaku
Aku pun bingung, aku menyukai orang lain
Tapi aku juga merasa tak enak pada T.O.P oppa
Aku tak mau menyakitinya karena ia adalah oppa dan temanku yang kusayangi
“mian, aku menyukai orang lain” jawabku akhirnya
Wajah T.O.P oppa pun menjadi sedih
“boleh kutahu siapa?” tanyanya
“ne.. aku menyukai…” lalu kubisikkan nama orang yang telah merebut hatiku itu
“haahh.. ternyata aku kalah darinya ya..” ucap T.O.P oppa sedih
“mianhe.. jeongmal mianhe.. tapi kumohon agar kau tetap mau menjadi temanku.. maukan?” ucapku
“ne.. tenang saja.. kau akan tetap menjadi temanku..” jawabnya seraya mengusap kepalaku
Aku pun tersenyum
“gomawo” ucapku
“cheon” balas T.O.P oppa
“oh iya, tolong rahasiakan siapa yang kusuka ya..” pintaku
“ne.. tenang saja, rahasiamu aman bersamaku” jawab T.O.P oppa


AUTHOR POV
Beberapa hari berlalu dan T.O.P tetap sering datang ke Reyn Café dan menjadi teman Jiyong
Sementara GD sudah beberapa hari ini tak datang ke Reyn Café
T.O.P semakin lama makin sayang pada Jiyong, tetapi sekarang lebih kepada rasa sayang kakak kepada adiknya
Dan T.O.P menyadari bahwa Jiyong menjadi lebih lesu dan ia menjadi jarang tersenyum terutama senyum yang tulus dan muncul dari hati
Bukan senyum yang diperuntukkan untuk kepentingan bisnis saja
T.O.P menjadi gerah
Ia pun memberi saran pada Jiyong dan Jiyong menerima sarannya itu
Mereka pun membuat sebuah rencana

Keesokan harinya…
T.O.P menghampiri GD
“kenapa kau akhir-akhir ini tak datang ke café? Padahal dulu kau rajin sekali ke sana?” Tanya T.O.P
“oh ya? Tak apa, lagi tak mau saja..” jawab GD sekenanya
T.O.P pun menjadi kesal
“kau ini kenapa sih?”
“kau yang kenapa?” balas GD
“memangnya apa hubungannya denganmu?”lanjut GD
“memang mungkin tak ada, tapi aku tak tahan melihat keadaan Jiyong!!” ujar T.O.P kesal
GD pun langsung khawatir dan bertanya
“memangnya ada apa dengan Jiyong?”
“lihat saja sendiri” jawab T.O.P seraya berjalan meninggalkan GD
T.O.P pun tersenyum penuh arti sambil berjalan meninggalkan GD

GD’s POV
Kenapa dia tak tahan melihat Jiyong?
Kenapa dia memberitahukannya padaku?
Kenapa dia ingin aku tetap datang ke café?
Bukankah mereka sudah menjadi pasangan?
Apa yang terjadi pada Jiyong?
Bagaimana keadaan Jiyong?
Argggghhh…
Apa aku sanggup untuk melihatnya di saat seperti ini?
Di saat hatiku masih belum terobati?
Tapi, bagaimana keadaannya??
argghhh….

AUTHOR POV
GD pun menjadi bingung
Di satu sisi ia ingin melihat keadaan Jiyong
Di sisi lain, ia takut hatinya masih belum siap
Akhirnya GD pun mencapai 1 keputusan setelah berpikir panjang

Keesokan harinya…
GD pun memutuskan untuk datang ke café dan melihat keadaan Jiyong
Tetapi, GD sangat kaget dengan apa yang dilihatnya di café
Hari ini Café ditutup
Begitulah pengumuman yang tertulis di pintu café
Tapi anehnya lagi, GD melihat ada cahaya dari dalam café
Akhirnya GD pun mencoba masuk
Dan ternyata pintu café tak dikunci
Maka setelah masuk, GD pun mendekati asal cahaya itu
Setelah cukup dekat, GD pun melihat Jiyong yang sedang membuat Latte Art
“duduklah disana” ucap Jiyong yang menyadari kedatangan GD
“kenapa kau menutup café jika kau tetap datang ke café dan membuat Latte Art seperti ini?” Tanya GD
“karena aku tak bisa membuka café bila suasana hatiku bisa membuat suasana di café menjadi tak nyaman. Sedangkan aku ingin membuat Latte Art dan juga ingin melakukan sesuatu agar tak memikirkan hal yang membuat suasana hatiku buruk dan membuatku bersedih” jelas Jiyong
GD pun terdiam
“oppa, maukah kau menerima perasaanku yang kutuangkan di cangkir-cangkir di sana?” Tanya Jiyong pada GD
Dan GD pun berjalan kearah dimana terdapat cangkir-cangkir yang tersusun di atas meja untuk melihat apa yang digambarkan Jiyong untuknya
GD pun kaget melihat apa yang ada dihadapannya

GD’s POV
“oppa, maukah kau menerima perasaanku yang kutuangkan di cangkir-cangkir di sana?” Tanya Jiyong padaku
Aku pun berjalan berjalan kearah dimana terdapat cangkir-cangkir yang tersusun di atas meja untuk melihat apa yang digambarkan Jiyong untukku
Apa-apaan ini?
heart-shaped-latte-art
Begitu banyak cangkir yang berisi Latte Art
Begitu banyak gambar Latte Art yang ia buat
Entah sejak kapan ia mulai membuatnya
Tapi, apa maksudnya ini?
Kenapa?
Bukankah dia sudah berpacaran dengan T.O.P?
“oppa…”

AUTHOR POV
GD terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri
Dan tiba-tiba Jiyong memanggilnya
“oppa..”
GD pun tersentak
“ah.. ne?”
“bagaimana?”Tanya Jiyong
“ahh.. kenapa? Bukankah kau dan T.O.P berpacaran?” Tanya GD
“hah??” Jiyong tampak tak mengerti dengan pertanyaan GD
“dia menolakku. Memang kau tak mendengar jawabannya?” Tanya sebuah suara tiba-tiba
“hyung?” Tanya GD bingung
“kurasa kau melihat aku dan Jiyong saat aku menyatakan perasaanku ya kan?” Tanya T.O.P
“ne.. tapi..” jawab GD
“tapi kau tak melihat semuanya sampai akhir dan kau tak tahu apa jawaban Jiyong.. betul kan?” potong T.O.P
GD pun terdiam
“memang, aku sudah menyatakan perasaanku pada Jiyong, tapi dia menolakku. Yah.. tapi bila kau memang tak ingin menjawab perasaan Jiyong, maka aku akan merebutnya darimu” ujar T.O.P seraya membawa Jiyong pergi
“oppa, apa-apaan ini? Ini tak ada dalam rencana kita..” Tanya Jiyong dengan suara pelan ke T.O.P
T.O.P tidak menjawab Jiyong
dan mereka berjalan melewati GD
Saat mereka berjalan melewati GD, GD pun menahan mereka dengan menggenggam tangan Jiyong
“mian hyung, aku tak mau menyerahkan Jiyong pada hyung..” ujar GD
Lalu, T.O.P pun mendorong Jiyong ke arah GD dan dengan sigap GD menangkap Jiyong
“baiklah kalau itu yang kau mau.. tapi ingat, bila kau membuat Jiyong menangis/bersedih, aku takkan segan untuk merebutnya darimu” ujar T.O.P lalu ia berlalu pergi
Tinggallah GD dan Jiyong berdua
“Jiyong-ah” ucap GD seraya memutar tubuh Jiyong hingga Jiyong dan dirinya berhadap-hadapan
“ne?” jawab Jiyong
“aku hanya akan mengatakan ini satu kali.. neol saranghae.. maukah kau menjadi yeojachinggu-ku?” Tanya GD
“ne oppa.. nado saranghae” balas Jiyong
Dan mereka pun berciuman, lalu….*silahkan pikirkan dan imajinasikan sendiri kelanjutannya*
dan kisah mereka pun berakhir dengan bahagia
IT’S A HAPPY END~^^
g-dragon
New Picture (1)

 
 
akuma_n0_tsuki
30 November 2012 @ 04:46 pm
ABOUT VELICE
VELICE is EL & AVE's group of sing cover

VELICE stands for "The Voice of Angelic Stage"..

VELICE are just two girls who love to do some cover sing...

Hope you enjoy their voices :)

Velice's youtube channel:
http://www.youtube.com/user/veliceimnida




Their works: *Update! Santa U Are The One*
Endless Moment = http://www.youtube.com/watch?v=3sGU5Ggfi5U

That XX = http://www.youtube.com/watch?v=wyMhL3GwhMY

Santa U Are The One = http://www.youtube.com/watch?v=NkkZIk4_Mhw

Please hear their performance, give them your love
Hope you like it
thanks~^^

-Akuma4869-
 
 
akuma_n0_tsuki
18 April 2011 @ 03:13 pm

Title: Memories The Sekuel~

Cast: Miyamae Rin = Rin

Morimoto Ryuutarou = Ryuu

Sasaki Asuka = Asuka

Takamiya Ren = Ren

Masuda Takahisa = Massu
Miyamae Yuya = Yuya (Takaki Yuya*dihajar seenaknya ganti nama orang*)

Tema - Rating: silahkan menentukan sendiri[author tak bertanggung jawab]

Note from author:

Ini saia buat karena banyak yang minta

Emang agak lama, abisnya kurang ide....

Dan mungkin ini bakal happy end....*mungkin lohh yaa*

NB. Ini saia langsung mulai ceritanya… anggep aja ini part 2 nya gituu…#plaaakkkk

PS. Saia gak tanggung kalau isinya ada yang tak berkenan… karena awalnya saia udah bikin ‘lurus’, akan saia usahakan agar tetap ‘lurus’… kalo ditengah2 ada yang agak ‘melenceng’ harap maklum saja ya…[mengingat ada yang minta kalo Rin nyamar jadi Ruki]

[WAJIB BACA]

Saia tak tanggung jawab kalo genrenya beda jauh sama yang sebelumnya…

Karena memang awalnya tak ada rencana membuat lanjutannya, jadi saia membuat ini sudah seperti saia membuat FF baru…
saia mohon maaf sebesar-besarnya ya….

Oh ya, karena saia terlalu malas untuk menceritakan ulang awalnya, silahkan baca sendiri…

Saia cuma menceritakan garis besarnya aja…[itu juga gak yakin sama, saia gak baca ulang cerita yang sebelumnya soalnya]

Kita mulai aja ya.....

Silahkan menikmati.....

Review...

Ryuu seorang yang sangat sombong, bertemu dengan Ruki seorang yang pintar dan agak dingin...

Mereka agak bertolakbelakang, dan walaupun awalnya mereka selalu bertengkar dan sama sekali tidak akrab, mereka akhirnya pun saling menyayangi dan menjadi sahabat dekat...

Namun, tak lama setelah mereka menjadi akrab, Ryuu yang menyukai Ruki pun menyatakan perasaannya...

Walaupun Ruki juga menyukai Ryuu, namun ia tahu akan keadaannya dan menolak Ryuu...

Hubungan Ryuu dan Ruki pun menjadi renggang, dan pada saat hubungan mereka seperti itu, keadaan Ruki pun memburuk...

Tak lama setelah mereka berbaikan, Ruki pun meninggal dunia dan membuat orang-orang terdekatnya terutama Ryuu menjadi sangat sedih...

Sekarang mari kita lanjut...

Author’s POV

Sebulan telah berlalu semenjak kematian Ruki akibat penyakit kanker darah yang diderita Ruki semenjak ia kecil

Walau sebulan telah berlalu, Ryuu masih saja merasa kehilangan

Ia merasa ada sebagian dari dirinya yang hilang....

Tanpa ia sadari, Ruki masih mengamatinya...

Ruki merasa bersalah dan ingin melakukan sesuatu untuk pujaan hatinya itu...

Di tempat lain...

”akhirnya sampai juga...” ujar Ren

Gadis bernama Ren ini merupakan seorang yang sangat bertolakbelakang dengan Ruki

Ruki ramah dan tak sombong pada siapapun, sedangkan Ren sangat sombong

Ruki pendiam, Ren tipe orang yang meramaikan suasana

”tak sabar ingin melihat orang2 yang beruntung untuk menjadi teman sekolahku..” ujar Ren dengan percaya diri yang tinggi*sumpah cara ngomongnya bikin g pengen mukul dia*[bayangkan sendiri]

Seminggu kemudian....

Ren diperkenalkan oleh Asai-sensei sebagai murid baru dikelas Ryuu

Ryuu yang tidak berminat pun hanya melihat sekilas saja

Setelah Ren memperkenalkan diri, ia pun diminta Asai-sensei untuk duduk di sebelah Ryuu

*sekarang, Ryuu duduk di samping jendela*

Lalu pelajaran pun berlangsung...

Saat istirahat, Ryuu pun berjalan pergi meninggalkan mejanya dan tanpa sengaja ia menabrak Ren

Ren pun marah,”hei! Kalo jalan pakai mata donk!!”

Tapi, Ryuu tak menggubrisnya...

Ryuu terus berjalan..

Ren pun mengejar Ryuu

Sampai ditengah jalan, Ryuu yang sudah tahu dari tadi diikuti pun kesal

”apa maumu? Gak bisa apa biarin orang pergi dengan tenang? Kaya stalker aja deh..” ujar Ryuu seraya membalikkan tubuhnya melihat lawannya

”g mau u minta maaf sama g” balas Ren kesal

”kalo g bilang gak mau?” tanya Ryuu santai sambil bersandar di tangga

”LOE..” ucapan Ren tertahan melihat orang yang lewat begitu saja diantara dirinya dan Ryuu

Orang itu pun bersandar disebelah Ryuu

”loe gak berhak ngomong kaya tadi. Biarpun dia bikin salah, paling cuma hal biasa kaya gak sengaja nabrak loe kan?” ujar orang itu

”terus kalo iya kenapa? Lagian, loe itu siapa sih?” tanya Ren

”gak penting. Kalo mau tahu, g orang yang penting buat Ryuu” aku Rin

”WHAT?????? Maksud loe....” ucap Ren tak percaya

”BERISIK!!!!” ujar Ryuu

”udah deh.. loe pergi aja sana” suruh Rin seraya menarik tangan Ryuu menuju atap

”mereka.... apa-apaan nih???” tanya Ren pada dirinya sendiri

Di atap...

”apa maksudnya loe ngomong begitu tadi?” tanya Ryuu

”supaya dia gak nganggu u.. kalo u gak suka, g bisa minta dia temuin u sekarang... bye” ujar Rin

”tunggu” ujar Ryuu

”apa?” tanya Rin

”gak perlu, u di sini aja” jawab Ryuu

”ya udah..” balas Rin

Akhirnya, selama jam istirahat Rin dan Ryuu duduk dalam diam di atas atap

Selama beberapa hari belakangan, Rin dan Ryuu jadi sering bertemu di atap sambil duduk diam

Mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing hingga tak menyadari ada seseorang yang beberapa hari ini mengamati mereka

Yap! Orang itu Ren

Ia masih penasaran dengan perkataan Rin padanya

Hari-hari pun terus berlanjut dengan keadaan yang sama

Di lain tempat...

”massu-san” panggil Asuka

Namun, Massu masih tak bergeming

”massu-san!” panggil Asuka sekali lagi sambil menepuk pundak Massu

Massu yang sedang melamun tadi pun kaget

”ada apa asuka?” tanya Massu

”kupanggil dari tadi juga.. makanya jangan ngelamun aja...” omel Asuka

”iya, iya.. ada apa?” ulang Massu

”begini... g butuh banget bantuan u... tolong ya....” ujar Asuka

”bantuin apa?” tanya Massu

”g butuh 2 orang model... u sama Rin bantuin g yaa...” pinta Asuka

Asuka memang kenal dengan Ruki dan Rin, Asuka yang seorang perancang ini merupakan teman dari Yuya juga, ia dan Yuya berbeda 4 tahun dari Ruki

Asuka mempunyai sifat yang kurang lebih sama dengan Ruki

Sama-sama ramah, baik hati, dan juga agak ceroboh

Mereka juga sama-sama pendiam terutama pada orang yang tidak dikenal dekat

Setelah berpikir sejenak, Massu pun memutuskan untuk mengajak Asuka ke rumah Rin

Kediaman Miyamae....

”konnichiwa....” ucap Massu

”hai...” ujar seseorang dari dalam

Lalu, tampak Yuya membuka pintu

”Massu? Eh, ada Asuka juga? Masuk dulu..” ujar Yuya

Setelah mereka sampai di ruang tamu, Yuya pun bertanya,

”ada apa kemari? Kau kan jarang kesini ibu perancang...” ejek Yuya

”apa Rin ada?” tanya Asuka
”ada. Kenapa?” balas Yuya

”begini, si ibu perancang ini butuh model... dan dia mau g dan Rin yang jadi modelnya” jelas Massu

”ooo.... begitukah bu? Kalau begitu, tunggu sebentar..” jawab Yuya*cara ngomongnya serasa Yuya tuh manajer Rin gt-.-”*

”RINNNNN..... KESINI CEPETTT....” panggil Yuya

”HAIII... CHOTTO...” balas Rin

*serasa di gunung deh tereak2an*

[harap maklum, pas g bikin ini lagi stress karena banyak pikiran yang bikin hati sedih...:’( ]

Tak lama kemudian, Rin pun turun

Setelah sampai dan ditawari pekerjaan menjadi model itu, Rin pun akhirnya menerima pekerjaan yang sebenarnya tak ingin dilakukannya

Sebenarnya, Rin menyetujui tawaran Asuka pun bukan tanpa alasan

Mungkin memang benar, ikatan batin saudara kembar itu lebih erat

Ruki yang memberitahu Rin untuk menerima pekerjaan itu...

Hari pemotretan....

”huh! Sebenarnya gak mau begini nih... kalo bukan karena u, g gak bakal mau tau” ujar Rin pada Ruki

Rin memang bisa melihat arwah Ruki dan ia mau membantu Ruki

’maaf, g gak tahan liat mereka(Massu&Ryuu) berubah jauh... siapa tahu dengan gini sifatnya bisa balik kaya dulu lagi...’ ujar Ruki pada Rin

”iya juga... tapi, g gak bakal mau lagi kaya gini sumpah!” ujar Rin

Rin masih saja memasang tampang kesal dalam balutan wedding dress yang berwarna putih dengan aksesoris bunga berwarna biru muda

Lalu, tak lama Rin pun dipanggil untuk pemotretan

Pemotretan ini untuk iklan sebuah perusahaan kamera yang ingin meluncurkan produk baru

Rin sebagai model perempuan dengan wedding dress, dan Massu dengan tuxedonya...

Walaupun tidak suka, namun Rin tetap melakukan pemotretan dengan baik

Ia bahkan membuat staf-staf pemotretan terpesona dengan kecantikannya

Beberapa hari setelah itu....

Iklan kamera yang memakai Rin dan Massu menjadi modelnya itu mulai ditampilkan

Iklan itu sangat menarik perhatian masyarakat...

Hal itu dikarenakan model yang dipakai sangat menawan...

Yang laki-laki sangat tampan dan berkarisma dan yang perempuan sangat cantik dan anggun

Hal ini membuat Rin gerah dan gusar...

Tapi ia tak bisa berkata apa-apa karena ucapan Ruki terbukti

Setelah pemotretan dilakukan, keadaan Massu membaik...

Mulai menunjukkan sikap seperti Massu saat Ruki masih ada

Sebenarnya Ryuu pun juga menjadi lebih semangat....

Namun, Ryuu semangat hanya karena ingin mengetahui siapa model wanita itu....

Beberapa kali Ryuu mengajak Rin mencari tahu..

Setelah beberapa lama mencari dan tak membuahkan hasil, Rin pun tak tahan untuk memberitahukan yang sebenarnya pada Ryuu

Namun, ia tak mau harga dirinya jatuh

Maka, ia memberitahu sang perancang busana yang digunakan pada Ryuu

Rin pun mengenalkan Asuka pada Ryuu

Namun, Rin pun sudah berpesan pada Asuka, Massu, Yuya dan semua orang yang mengetahui identitas asli sang ’model’ yang cantik itu kepada siapapun...

Dan ia sudah melakukan itu sejak awal... bahkan sebelum pemotretan dilakukan

’bisa gawat kalau dia tahu g yang jadi model....’ batin Rin

Akhirnya Ryuu dan Asuka pun menjadi akrab

Tanpa mereka sadari, perasaan mulai muncul di antara mereka berdua

Mereka pun akhirnya menjadi pasangan...

Suatu malam....

Ruki yang sudah lega karena orang-orang yang disayanginya sudah bisa menerima kepergiannya pun mendatangi Ryuu dan Massu dalam mimpi...

Mimpi Ryuu...

Ryuu yang sedang berjalan-jalan seperti biasa pun seperti melihat sosok Ruki..

Dengan segera tanpa pikir lagi, ia pun langsung mengikuti sosok itu...

Setelah lama berlari, Ryuu sampai di sebuah taman

Di taman itu, ia melihat sosok Ruki yang sedang duduk di sebuah bangku di taman itu

Ryuu pun langsung mendekatinya, setelah dekat dan ia yakin bahwa itu benar-benar Ruki, ia pun langsung memeluknya....

”Ruki... aku rindu sekali padamu...” ujar Ryuu pada Ruki

”iya... aku tahu, aku selalu melihatmu...” balas Ruki

”hah? Kenapa kau tidak bilang” ujar Ryuu sedih

”kau tidak bisa melihat dan mendengarku... kau terlalu sedih sampai-sampai seperti sudah ’mati’... aku sangat sedih melihatmu seperti itu... maka aku mencari orang yang cocok denganmu... dan aku senang sekarang kau sudah labih baik....” jelas Ruki

”kau... kau yang mempertemukanku dengan Asuka?” tanya Ryuu

”bukan... aku hanya mempunyai keinginan... Rin lah yang mempertemukan kalian... aku senang kau sudah kembali seperti semula... dengan begini sekarang aku bisa pergi dengan tenang...” ujar Ruki

Setetes air mata jatuh di pipi Ryuu

”aku tidak mau! Aku tidak mau kau tinggalkan aku lagi!” ujar Ryuu
”tidak bisa.. aku sudah tidak bisa bersama denganmu lagi... lagipula sekarang ada orang lain yang harus kau bahagiakan...” jels Ruki

Lalu, munculah sosok Asuka

”nah, orang yang harus kau bahagiakan dan kau jaga ada di sana” ucap Ruki seraya menunjuk Asuka

Ryuu pun akhirnya dapat mengerti dan merelakan kepergian Ruki

”terimakasih sudah membuatku berubah menjadi lebih baik....” ujar Ryuu

”sama-sama.. semoga kau bahagia selalu...” ujar Ruki seraya menghilang

Mimpi Massu....

Saat Massu sedang berjalan menuju tempat kuliahnya seperti hari-hari biasa, tiba-tiba ia melihat orang yang menyerupai Ruki

Namun, Massu tahu kalau itu bukan Rin....

Karena keingintahuannya akan sapa orang tersebut, ia pun mengejar orang tersebut

Akhirnya, ia dapat menangkap orang tersebut dan ia benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya...

”Massu-niichan...? lama tak bertemu... kau baik-baik saja kan?” sapa Ruki

”iyaa... aku baik-baik saja...” ujar Massu seraya memeluk Ruki

”syukurlah keadaanmu sudah baik-baik saja... dengan begini, aku dapat pergi tanpa khawatir dirimu akan menderita..” ujar Ruki

”kau akan pergi...? tak bisakah kau tinggal saja?” tanya Massu penuh harap

”maafkan aku, aku tak bisa...” ucap Ruki

”sangat disayangkan...” balas Massu

”Massu-niichan, bolehkah aku meminta tolong padamu?” tanya Ruki

”boleh.. bila bisa pasti akan aku kabulkan...” jawab Massu
Ruki pun membisikkan permintaannya...

”baiklah.. akan kulakukan” jawab Massu

”syukurlah.. dengan begini aku bisa pergi dengan tenang... arigatou niichan... sayonara..” ujar Ruki seraya menghilang

”sayonara.. Ruki” ujar Massu

Beberapa minggu pun berlalu...

Tak terasa sudah memasuki bulan November...

Keadaan sudah kembali normal...

Semua orang sudah dapat hidup seperti biasa dan sudah merelakan kepergian Ruki..

Namun, masih ada satu orang yang di dalam hatinya masih merasa sangat sedih...

Ia masih merasa kehilangan...

Hanya tinggal menghitung hari saja hingga hari ulangtahun orang itu...

Masu sudah dimintai tolong oleh Ruki untuk membuat orang itu kembali bersemangat...

Sebelum dimintai tolong oleh Ruki Massu tidak menyadari kesedihan orang itu, karena ia terlihat biasa-biasa saja...

Namun, setelah dimintai tolong oleh Ruki, Massu mulai memperhatikan orang itu dan ia baru menyadari bahwa orang itu sangat kehilangan dan merasa sedih...

Kesedihannya makin terlihat dengan makin dekatnya hari ulangtahunya....

Maka Massu pun berniat untuk menyemangatinya saat tengah malam saat hari ulangtahunnya...

2 November...

Massu memutuskan untuk menginap di rumah keluarga Miyamae

Ia pun tidur di kamar Rin dan Ruki yang sudah digabung menjadi satu ruangan bersama Rin

Walaupun sudah digabung menjadi satu kamar, keadaan kamar Ruki masih seperti sebelum ditinggalkan oleh sang pemilik...

Malam harinya...

Hari mulai malam dan hampir mencapai pukul 10.30 PM

”Rin kau belum tidur??” tanya Massu

”belum, kau tidur duluan saja” balas Rin

”ya sudah, oyasumi” ujar Massu

”oyasumi” jawab Rin

Lalu, Rin pun mematikan lampu dan berpindah ke kamar Ruki yang dipisahkan dari kamarnnya dengan tirai

Sepeninggalnya Rin, Massu tidak tidur, namun diam-diam mengamati Rin

Rin ppun hanya duduk terdiam menatap keluar jendela dengan tatapan kosong...

Saat jam hampir menunjukkan pukul 12.00PM dan hari sebentar lagi berganti, Rin pun beranjak

Massu yang melihat Rin beranjak pun cepat-cepat kembali ke tempat tidurnya

Lalu, setelah ia yakin Rin sudah kembali ke kamar Ruki, ia pun kembali mengamati Rin

Ternyata, Rin beranjak ke kulkas yang ada di kamarnya dan mengambil kue lalu membawa kue itu ke tempatnya semula, jendela yang ada di kamar Ruki

Ia kembali duduk di dekat jendela dan menyalakan lilin yang telah ia tancapkan di kue yang ia ambil

Saat jam menunjukkan pukul 12.00PM, Rin pun bernyanyi-nyanyi kecil dengan tatapan kosong yang juga terlihat sedih dan kesepian...

Setelah selesai bernyanyi, Rin pun meniup lilin yang ada di kue hingga mati semua

Setelah lilin itu mati semua, kamar hanya diterangi oleh cahaya bulan...

Namun, Massu masih dapat melihat airmata Rin yang turun deras

Yap! Rin menangis...

Ia menangis di saat ia ulangtahun...

Massu tidak tahan lagi...

Ia pun memanggil Rin pelan

”Rin..” panggil Massu

Tapi, Rin tetap tak bergeming...

Ia seperti tak mendengar apapun...

Massu pun tak tahan lagi..

Ia pun langsung beranjak dan mendekati Rin

Ia lalu memeluk Rin dari belakang...

Rin yang terkejut pun hanya bisa diam saja

Akhirnya mereka tetap duduk dalam diam di dekat jendala sambil memandang keluar jendela

Mereka duduk dengan posisi Massu memeluk Rin dari belakang dan Rin duduk dipangkuan Massu

*bayangkan aja Massu yang badannya lebih besar dari Rin duduk sambil memangku dan memeluk Rin dari belakang, silahkan bayangkan sendiri... walaupun saia sebagai author punya bayangannya*

Mereka tetap dalam posisi seperti itu hingga pagi...

Namun, keadaan Rin sudah membaik setelah tahu ada orang di dekatnya..

Ia menatap keluar jendela tanpa tatapan yang terlihat seperti sedih dan kesepian...

Namun, tatapan yang menyiratkan ketenangan yan ada di hatinya...

Setelah kejadian di malam itu, Rin dan Massu menjadi semakin dekat
Orang-orang yang melihat pasti akan berpikir jika mereka berpacaran bila tidak mengingat mereka sama-sama laki-laki...
Sebenarnya, kedekatan mereka memang dapat dikatakan sebagai orang yang berpacaran...
Walau tidak tepat seperti itu juga...
Mereka merasa saling melengkapi dan saling membantu satu sama lain dan mereka menjadi semakin dekat hingga akhirnya mereka pun menjadi dekat seperti itu....
Namun, kedekatan mereka ini sudah diketahiu oleh keluarge mereka dan kedua keluarga setuju saja karena baik keadaan Massu maupun Rin menjadi jauh lebih baik setelah mereka bersama...

 
 
Current Mood: accomplishedaccomplished
Current Music: Hey!Say!JUMP-Aing~ Aishiteru
 
 
akuma_n0_tsuki
18 April 2011 @ 12:33 am

Title: Memories

Cast:Miyamae Ruki = Ruki

Morimoto Ryuutarou = Ryuu

Masuda Takahisa = Massu

Tategawa Sara = Sara

Miyamae Rin = Rin

Miyamae Yuya = Yuya (Yuya Takaki-saia ganti namanya#dihajar)

Miyamae Mika = Mika (ibu Ruki)

Miyamae Sei = Sei (ayah Ruki)

Kuroda Asai = Asai-sensei

Tema - Rating: silahkan menentukan sendiri [author tak bertanggung jawab]

Note from author:

Ini cerita 100% FIKSI. Hanya dibuat untuk dibaca, bukan untuk dipercayai sebagai sesuatu yang nyata. Bila ada kesamaan jalan cerita, nama tokoh, nama tempat, waktu,dsc*apalah* hanya berupa KETIDAKSENGAJAAN.. Dari plot, cerita, sampai lain-lainnya.... ini semua FIKSI....

[harap maklum... authornya lagi kumat gilanyaXP]

Jika ada kesalahan dan kekurangan harap dimaklumi.... Ini pertama kalinya saia menulis cerita yang melow-melow gimana gittuu....#plaakkkk

Hehehe^^v”

 

Kita mulai aja ya.....

Silahkan menikmati.....

 

Hatiku berbunga saat melihatmu

Hatiku bersenandung saat kau sapa diriku

Hatiku bernyanyi riang saat kau nyatakan cinta padaku

Namun, hatiku terasa sakit saat kusadar ku tak dapat menerima cintamu

Hatiku sakit saat menolakmu

Hatiku sakit melihatmu terluka

Andaikan kau tahu, aku sangat menderita melihatmu bersedih

Lebih menderita dan sedih dibandingkan kau

Aku lebih tersakiti oleh perbuatanku sendiri

Namun, lebih baik aku yang tersakiti

Lebih baik aku yang lebih menderita saat ini

Jika kebahagiaan yang bisa kudapat saat ini harus mengorbankan kebahagiaanmu nantinya

Aku lebih memilih diriku yang tersakiti

Daripada kau yang akan menderita nantinya…

 [Ruki]

 

Andai saja kutahu

Andai saja kusadari lebih awal

Andai saja ku tak melepaskan dirimu saat itu

Andai saja kau masih disampingku saat ini

Begitu banyak kesasalahanku

Begitu banyak penyesalan yang kurasa

Penyesalan yang kutahu takkan ada yang bisa melenyapkannya

Penyesalan terhadapmu

Penyesalan karena kehilangan dirimu

Penyesalan karena ku terlambat mengetahuinya…

Andai saja dapat kuputar waktu

Ku kan kembali ke masa itu…

Ku kan kembali dan ku kan menjagamu

Ku takkan melepaskanmu

Ku kan lakukan apapun agar kau dapat berada disampingku selamanya….

 [Ryuu]

 

There’s no one like you, even if I look around it’s just like that, where else to look for?
A good person like you, a good person like you, with a good heart like you, a gift as great as you

[Super Junior – No Other(Translation)]

 

Dan kumohon maafkan aku


Aku menyesal tlah membuatmu menangis
Dan biarkan memilih yang lain
Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu
Pasti itu terbaik untukmu


Janganlah lagi kau mengingatku kembali
Aku bukanlah untukmu

Meski ku memohon dan meminta hatimu
[
Rossa-Aku Bukan Untukmu]

 

Ryuu masih berdiri terpaku..

Ia masih merasa terkejut dengan kabar yang didengarnya…

Ia masih merasa tak percaya…

Ia masih berharap ia hanya bermimpi...

Namun, ini bukanlah mimpi, ini kenyataan

Orang yang dicintainya telah pergi untuk selamanya...

Pergi meninggalkannya....

 

Flash back....

“Ruki.... cepat! Massu sudah menunggu nih...” panggil okaasan

“iyaa.... sebentar....” balasku

Oh, iya... perkenalkan, namaku Miyamae Ruki.. aku adalah putri tunggal keluarga Miyamae

Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara... aku memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Miyamae Yuya dan seorang adik kembar yang bernama Miyamae Rin. Rin juga laki-laki.

Oh, iya... mengenai orang yang bernama Massu yang disebut-sebut okaasan tadi ialah temanku sejak kecil...

Kami sering, malah bisa dibilang selalu bersama..

Okaasan tidak mau membiarkanku pergi sendirian saja...

Padahal aku ingin sekali berpergian kemana-mana, namun okaasan hanya mau mengijinkanku pergi bila salah satu dari okaasan, otousan, Yuya-niichan, Rin, atau Massu.

Massu dan aku memiliki perbedaan umur yang cukup jauh, sekitar 9 tahun..

Aku dan Massu sudah seperti saudara kandung, kami sangat dekat.

Ok, kita balik ke ceritanya~^^

 

Ruki’s POV

”okaasan, ittekimasu” ucapku

”ittekimasu..” ujar Massu

”hai, itterashai” balas okaasan

”oh, ya. Massu-kun, tolong jaga Ruki ya..” tambah okaasan

”hai. Jangan khawatir...” jawab Massu

Maka kami berdua pun pergi..

Hari ini, kami ingin pergi ke stadion Ice Skating....

Seusai kami bermain Ice Skating, kami pergi berjalan-jalan ke sebuah taman

Di taman itu, kami berbincang-bincang sambil berjalan..

Tiba-tiba...

”kyaa!” teriakku kaget

 

Massu’s POV

”kyaa!” teriak Ruki

”Ruki...ka..” kata-kataku terhenti melihat seorang anak laki-laki seumuran Ruki yang memeluk Ruki dengan mesranya...
”kau menyerah sajalah... aku sudah punya pacar” ujar anak laki-laki tersebut

”kau bohong!” balas anak perempuan yang datang hampir bersamaan dengan anak laki-laki itu

”untuk apa? Ini dia. Dia ini pacarku, dia cantik bukan?” jawab anak laki-laki itu dengan ringannya

“kau bohong! dia bukan pacarmu! Dia pacar orang ini kan! Tadi aku sempat melihat mereka berjalan berdua!” ujar anak perempuan itu lagi sambil menunjukku

“iya kan?! Kau ini pacarnya, tapi kenapa diam saja melihat pacarmu direbut” tambah anak perempuan itu kepadaku

“dia bukan pacarku kok...” jawabku santai dan tenang

“tuh kan” ucap anak laki-laki tadi

Kulihat tubuh Ruki seperti hampir limbung...

Aku pun bergerak cepat dan menggendongnya untuk membawanya pulang

Tepat pada saat aku sampai di depan tubuhnya, ia pun terjatuh

Namun, karena waktu dan posisiku tepat, maka ia tidak terlihat limbung, namun terlihat seperti aku yang mengangkatnya...

“mau kemana kalian?” tanya anak perempuan itu

“kau itu berisik sekali sih... kami mau kemana bukan urusanmu kan” jawabku pada anak perempuan itu

Akhirnya kami meninggalkan taman itu...

Sepertinya kedua orang tadi masih bertengkar, suara mereka yang bertengkar masih terdengar samar-samar olehku

”Massu, sankyuu” ujar Ruki lemah

Sepertinya dia kelelahan karena bemain seharian

”hai. Douita. Sudah, kau tidur saja...” ucapku pada Ruki

“hai...” balasnya

Tak lama, ia pun tertidur...

 

Sesampainya di rumah keluarga Miyamae

“konbanwa....” ucap Massu
”hai... a.. Massu-kun..
Ruki kenapa??” tanya Mika-san

”Ruki hanya tertidur.. mungkin ia kelelahan..” jelasku

”oo... kalau baegitu, ayo masuk Massu-kun” ujar Mika-san

”hai” jawabku

Lalu, kubaringkan Ruki dikamarnya

Setelah itu, aku pun pamit pulang...

 

Keesokan harinya...

Ruki’s POV

 

”Ruki cepat turun, sarapan.. kalau tidak kau akan terlambat” panggil okaasan

”hai..” jawabku

Akupun bergegas turun dan sarapan setelah itu, aku berangkat ke sekolah bersama dengan Rin

Sesampainya di depan kelasku, aku dan Rin berpisah..

Rin memang adik kembarku, namun sifatnya lebih dewasa daripada aku

Mungkin karena dipaksa keadaan...

’maaf ya Rin... gara-gara aku..’ bisikku dalam hati

Lalu, akupun masuk ke dalam kelas dan duduk di tempatku

Setelah bel berbunyi, murid-murid pun mulai berjalan ke tempat duduknya masing-masing

Namun, guru matematika kami(gak enak ya, hari senin pagi-pagi, jam pertama matematika) belum tiba juga....

Padahal ini sudah berlalu 10 menit dari bel masuk tadi..

Anak kelaskupun mulai ribut

Mereka membicarakan guru matematika kami yang terlambat masuk itu..

”hei, aneh deh.. masa Asai-sensei belum datang juga?” tanya salah seorang anak kelasku

”iya.. aneh banget” timpal yang lain

”tau nih.. padahal biasanya dia tuh setelah bel masuk bunyi, gak sampe 1menit udah masuk kelas” tambah yang lain

Hal ini termasuk aneh untuk guru matematika sekaligus wali kelas kami itu...

Tak lama, Asai-sensei pun masuk ke kelas

Setelah kami memberi salam, ia pun berbicara

”anak-anak, hari ini kelas ini mendapat murid baru.. silahkan masuk”

Lalu, seorang anak laki-laki pun masuk

Kehadiran anak ini membuat siswa-siswa dikelasku ribut, terutama para siswinya..

Akupun melihat anak itu, lalu kembali memperhatikan Asai-sensei

”silahkan perkenalkan dirimu” ujar Asai-sensei pada anak itu

”hai. Morimoto Ryuutarou desu. Kalian bisa memanggilku Ryuu. Yoroshiku~” anak laki-laki yang bernama Ryuu itu pun memperkenalkan dirinya

Lalu, para siswi ada beberapa yang bertanya padanya

Pertanyaan tak penting sih menurutku...

Seperti ’apa kau punya pacar?’ atau ’kau punya saudara?’ atau..’kau tinggal dimana?’ dan pertanyaan-pertanyaan lainnya

Lalu, sensei pun memberhentikan para siswi yang bertanya terus.

”baiklah, sampai disini saja. Kalian bisa bertanya-tanya nanti pada saat istirahat. Sekarang, kau duduk di sana” ujar sensei sambil menunjuk tempat duduk disebelah kananku[disebelah kiriku jendela] karena memang hanya itu tempat yang kosong

”baiklah, sekarang kita mulai pelajaran kita” tambah sensei

Setelah duduk, Ryuu pun memperhatikan Ruki lalu ia berpikir sejenak

”eh, u cewe yang di taman waktu itu kan?” tanya Ryuu dengan suara pelan

Karena aku tidak merasa ia bicara denganku maka aku tidak menjawab dan terus memperhatikan pelajaran

”hei! Jawab kenapa?” ujar Ryuu lagi

Kali ini, aku hanya melihat sebentar ke arahnya lalu kembali memperhatikan pelajaran

”hei, jawab pertanyaanku” ujarnya sekali lagi

”bertanya padaku?” tanyaku santai

”ya, makanya jawab” jawabnya agak kesal

”nanti saja ya.. sekarang yang penting itu pelajaran” balasku santai lalu aku kembali memperhatikan pelajaran

Sepertinya Ryuu merasa kesal kucuekin, mungkin ia merasa dirinya populer sehingga semua orang pasti tergila-gila padanya...

 

Waktu istirahat....

Author’s POV

’akhirnya istirahat juga... nanti ke atap aja deh....’ atin Ruki

Tiba-tiba...

”woi! U belum jawab pertanyaan g” ujar Ryuu pada Ruki sambil menghadang jalan Ruki

”eh? Iya ya.. emang u tanya apa sih?” jawab Ruki

”u cewe yang di taman kemaren itu kan” tanya Ryuu lagi

”kemaren sih g emang ke taman, tapi g gak inget kalo g ketemu sama u tuh” balas Ruki

”kemarin u tiba-tiba g tarik dan g peluk. Iya kan? Itu u kan?” tanya Ryuu

”umm... kayanya sih iya.. udah kan. G pergi ya..” jawab Ruki lalu ia pun pergi menemui Rin yang sudah menunggu di depan kelas lalu mereka pergi ke atap

Tanpa Ruki dan Rin sadari, Ryuu pergi mengikuti mereka

 

Di atap...

Author’s POV

’mereka mau ngapain sih?’ batin Ryuu

”Rin, pinjam bahumu ya...” ujar Ruki

”iya... kau lelah ya... makanya harusnya kau ikuti saja apa kata okaasan dan otousan.. jangan memaksakan diri” balas Rin

”aku tidak mau.. aku kan juga mau bersekolah... melakukan hal-hal yang biasa dilakukan anak perempuan... tapi okaasan dan otousan, terutama okaasan terlalu banyak melarangku...” ucap Ruki

”yah.. itukan demi kebaikanmu.. ya sudah, kau istirahat saja sekarang.. nanti aku bangunkan” kata Rin

”hai.. arigatou na Rin” ujar Ruki

”hai. Douita” jawab Rin

Ryuu tak dapat mendengar pembicaraan Ruki dan Rin, tapi ia tahu dari cara mereka berbicara bahwa mereka sangat dekat

Lalu Ryuu melihat Ruki tidur di pundak Rin

Mereka terlihat sangat dekat, walau Ryuu tahu kalau Ruki dan Rin adalah saudara, namun menurutnya mereka terlalu dekat sebagai saudara

Ryuu pun merasa kesal karena ini pertama kalinya ada seorang cewe yang tidak mau dekat dengannya, namun sangat dekat dengan orang lain

Akhirnya Ryuu pun pergi kembali ke kelas

 

Hari-hari pun berlalu dengan cepat...

Sepanjang hari disekolah, bila ada kesempatan, Ryuu selalu memperhatikan Ruki

Ia jadi menyadari kalau Ruki jarang mengikuti pelajaran yang memerlukan kekuatan fisik terutama pelajaran olahraga

Tapi diluar hal itu, Ruki sangat pintar dan rajin mengikuti pelajaran dalam kelas yang lebih mengandalkan otak

Ryuu jadi tahu kalau fisik Ruki sepertinya lemah, sehingga bila terlalu lelah wajahnya akan terlihat pucat

Sebenarnya, Ryuu tahu kalau Ruki orang yang baik dan ceria namun sepertinya Ruki tak memiliki banyak teman...

Akhirnya musim semi pun berlalu dan musim panas pun datang

Liburan musim panas pun tiba

 

Di suatu hari saat liburan musim panas....

Ryuu’s POV

’loh, itu bukannya Ruki...?’ batin Ryuu

Lalu ia pun melihat Ruki bersama dengan orang yang kira-kira lebih tua 5 tahun dari Ruki

Orang itu dan Ruki terlihat sangat dekat

’apa orang itu pacarnya?’ tanya Ryuu dalam hati

Akhirnya ia pun mengikuti mereka

 

Ruki’s POV

”Yuya-niichan, sekarang kita ke seaworld ya... sudah lama tidak ke sana...” ajak Ruki

”baik. Kita kesana sekarang.. tapi kita tidak lama-lama ya... setelah ini kan kita harus membeli pesanan okaasan...” jawab Yuya-niichan

”hai...” balas Ruki senang

Akhirnya aku dan Yuya-niichan pergi ke seaworld melihat berbagai hewan laut

Setelah puas, kami pergi membeli pesanan okaasan

”sekarang kita pulang ya... kayanya kamu juga udah capek..” ujar Yuya-niichan

”hai..” jawabku

 

Yuya’s POV

”hai..” jawab Ruki

Suaranya terdengar agak lemah

”mau istirahat dulu?” tawarku

”tidak usah... kita langsung pulang saja..” jawab Ruki

Kami pun berjalan pulang.....

Sesampainya di rumah, Ruki langsung masuk ke kamarnya...

’ia pasti kelelahan’ batinku

 

Ryuu’s POV

’ini rumah siapa?’ batinku

       ” KEDIAMAN MIYAMAE ”

Begitulah yang tertulis

’jadi, ini rumahnya... ’ batin Ryuu

Lalu, Ryuu pun menunggu sekitar 10-15 menit di dekat rumah Ruki

’orang tadi tidak keluar-keluar... apa mungkin ia kakaknya? Ah... aku pulang sajalah...’ batin Ryuu, dan aku memutuskan untuk pulang

 

Author’s POV

Semakin lama Ryuu memperhatikan Ruki, ia semakin ingin mengetahui segala hal tentang Ruki

Ia ingin semakin mengenal Ruki

Ia ingin menjadi lebih dekat dengan Ruki

Hingga akhirnya, pada suatu kesempatan, Ryuu mengajak Ruki untuk bertemu dan mengobrol

Mereka merencanakan untuk bertemu di taman tempat pertama kali mereka bertemu pukul 02.00p.m

Akhirnya Ruki pun tiba...

”apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Ruki langsung

’dia ini kenapa sih? Selama sekolah suka memperhatikanku, tapi kami jarang bicara. Tiba-tiba ia memanggilku begini... ada apa ya?’ batin Ruki

”aku... aku mau mengakui sesuatu padamu.. bolehkah aku menjadi temanmu?” tanya Ryuu

”ha?” tanya Ruki tak percaya apa yang didengarnya

”ya.. boleh gak g jadi temanmu? G liat kayanya u orangnya seru...” jelas Ryuu

”ha? Kenapa gak boleh? G kira ada apa... gak masalah kok.. emangnya kalo jadi teman harus minta ijin dulu ya?” jawab Ruki sambil tertawa kecil

’DEG.. kenapa g jadi berdebar-debar?’ batin Ryuu

”abisnya kau selalu bersikap seperti membenciku dan tidak ingin terlalu dekat dengan orang lain..” jelas Ryuu

”oohh... itu karena aku bukan tipe orang yang pandai bersosialisasi, cenderung orang yang mengajak bicara lebih dahulu..” balas Ruki

”tapi kau seperti membenciku..” ujar Ryuu

”itu karena kau aneh... mana ada orang yang suka dimata-matai.. kau selalu melihatku diam-diam... perasaan jadi tidak enak tahu..” jelas Ruki sambil tersenyum

’DEG.. kenapa sih sama hati g?’ batin Ryuu

”Ruki....” panggil Massu

”eh, g udah dipanggil tuh.. pulang dulu ya.. jaa” ujar Ruki

”hai. Jaa” balas Ryuu

 

Itulah awal pertemanan mereka

Sejak Ruki berteman dekat dengan Ryuu, Rin sudah jarang menemani Ruki

Rin ikut merasa senang, akhirnya kakaknya bisa mempunyai teman dekat juga

Tanpa terasa, seiring berjalannya waktu, persahabatan mereka menjadi semakin dekat

Bunga-bunga cinta pun tumbuh diantara mereka

Ryuu pun berencana untuk menyatakan cintanya pada Ruki

 

Suatu hari saat istirahat siang...

Di atap...

”Ruki.. g mau ngomong sesuatu boleh?” tanya Ryuu

”boleh... mau ngomong apa?” tanya Ruki

”g... g suka sama u... u mau gak jadi pacar g?” Ryuu pun menyatakan perasaanya pada Ruki

Ruki tediam sejenak...

Terjadi kebimbangan di dalam hatinya

Di satu sisi, Ruki juga menyukai Ryuu, ia sayang pada Ryuu

Tapi di satu sisi, ia tahu bahwa dirinya tak pantas untuk Ryuu

Ia sadar, dirinya hanya akan membuat Ryuu menderita dan bersedih nantinya bila ia menerima cinta Ryuu

Akhirnya Ruki pun memutuskan..

”maaf, aku tidak bisa menerima cintamu... aku juga suka padamu, tapi aku tidak bisa menjadi pacarmu... kita lebih baik berteman saja...” jawab Ruki

”kenapa?” tanya Ryu tidak terima

”aku tidak bisa... aku tidak pantas untukmu... aku yakin di luar sana ada gadis yang tepat, orang yang lebih pantas untukmu” jelas Ruki

’orang yang dapat membahagiakanmu’ tambah Ruki dalam batin

”aku minta maaf aku tidak bisa menerima cintamu, tapi aku mohon agar pertemanan kita jangan terputus. Aku tidak mau pertemanan kita rusak karena aku menolakmu... aku mohon..” tambah Ruki

”iya.. aku mengerti.. tapi beri aku waktu.. aku butuh waktu untuk menenangkan diriku... bisa kan?” tanya Ryuu

”oo.. baiklah...” ujar Ruki seraya pergi meninggalkan atap dengan sedih hati

’maaf. Maafkan aku bila aku sudah menyakitimu

Andaikan kau tahu, aku sangat menderita melihatmu sedih seperti ini

Aku lebih menderita dan sedih dibandingkan kau

Aku lebih tersakiti oleh perbuatanku sendiri

Namun, lebih baik aku yang merasakan rasa sakit ini

Jika kebahagiaan yang bisa kudapat saat ini harus mengorbankan kebahagiaanmu nantinya

Aku lebih memilih diriku yang tersakiti. Daripada kau yang akan menderita nantinya…’ batin Ruki

Ia pun mengnangis di dekat tangga menuju atap..

Ia berusaha tak bersuara agar Ryuu tidak mengetahuinya...

 

Hari demi hari pun berlalu...

Keadaan Ruki memburuk hingga akhirnya ia masuk rumah sakit tepat 1 minggu setelah ia menolak Ryuu

 

Ryuu’s POV

’Ruki kenapa sih? Kok gak masuk beberapa hari terkhir ini...’ batin Ryuu

”anak-anak sensei mau mengabarkan bahwa teman kita Ruki sedang dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu ia tidak masuk beberapa hari ini. Dan kemungkinan dalam waktu dekat ia juga belum dapat masuk kembali” jelas Asai-sensei seakan menjawab pertanyaan Ryuu

’Ruki masuk rumah sakit? Rumah sakit apa?’ tanya Ryuu dalam batin

Seakan dapat mwmbaca pikiran Ryuu, Asai-sensei kembali berkata

”jika kalian ingin menjenguknya, Ruki dirawat di rumah sakit ’Arissue’.. kalian bisa menjenguknya mulai besok... begitu kata keluarganya...”

’besok g harus ke sana! Rumah Sakit Arissue’ Ryuu membulatkan tekad

 

Keesokan harinya....

Author’s POV

”tolong rahasiakan... aku gak mau dikasihani.. aku tau kok, umurku gak panjang.. onegashimasu.. okaasan, otousan” ujar Ruki

”hufftt... baiklah” ujar otousan akhirnya

 

Akhirnya Ruki dipindahkan ke kamar inap biasa..

Siang harinya, teman-teman Ruki datang mengjenguknya...

Ruki pun berbincang-bincang sebentar dengan mereka

Setelah teman-teman Ruki pulang, Ryuu pun datang

”hai, apa kabar? Kau sudah baik-baik saja?” tanya Ryuu

”iya.. hanya sakit biasa kok... bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan...” ujar Ruki sambil tertawa kecil

Namun, Ryuu dapat melihat kalau muka Ruki agak pucat..

’mukanya pucat sekali.. apa dia benar-benar tidak apa-apa?’ batin Ryuu

”kalau begitu, kapan akan keluar dari rumah sakit?” tanya Ryuu ingin memastikan

”aku kurang athu juga, tapi sepertinya tidak lama lagi..”jawab Ruki

’aku tak bisa mengatakan bahwa penyakit ini akan membuatku keluar dari rumah sakit tanpa nyawa cepat ataupun lambat’ batin Ruki

”baiklah, kuharap kau cepat sembuh..” ujar Ryuu

”iya.. amin...” balas Ruki

Mereka pun berbincang-bincang...

Saat hari mulai malam, Ryuu pun pamit pulang

 

Malam harinya, sekitar pukul 11.45 p.m Ruki pun mengalami masa kritis

Ruki langsung dilarikan ke UGD

Dokter pun mengusahakan apa yang mereka bisa

 

Dini hari...

”maaf, kami sudah mengupayakan yang terbaik” ujar sang dokter

Tangis Mika pun tak bisa dibendung lagi...

Seluruh keluarga Miyamae pun bersedih...

Begitu pula dengan Massu yang ada disana...

’kejadian ini terjadi begitu cepat... andai saja aku dapat menolongnya.. andai saja aku dapat melakukan sesuatu untuk membantunya...’ batin Rin

 

Akhirnya, berita meninggalnya Ruki pun sampai ke sekolah...

Seluruh murid dan juga guru turut berduka cita

Mereka semua tahu kalau Ruki adalah anak yang baik dan juga pintar...

Mereka semua merasa kehilangan

Ryuu pun merasa kehilangan..

Sangat kehilangan..

Ia sangat sedih...

Ia tak dapat mempercayai hal ini... padahal kemarin ia masih berbincang-bincang dengan Ruki

’Andai saja kutahu

Andai saja kusadari lebih awal

Andai saja ku tak melepaskan dirimu saat itu

Andai saja kau masih disampingku saat ini

Begitu banyak kesasalahanku

Begitu banyak penyesalan yang kurasa

Penyesalan yang kutahu takkan ada yang bisa melenyapkannya

Penyesalan karena kehilangan dirimu

Andai saja dapat kuputar waktu

Ku kan kembali ke masa itu…

Kan kulakukan apapun agar kau dapat berada disampingku...’ batin Ryuu

 

Setelah sampai di rumah, Ryuu pun berjalan menuju kamarnya...

Sesampainya ia di kamar, ia pun membuka dan membaca surat dari Ruki yang diberikan Rin padanya di sekolah tadi

 

----

Ryuu...

Maafkan aku telah menyakitimu

Maaf bila aku telah membuatmu sedih

Namun, bila aku menerima cintamu, kau yang akan bersedih

Kau akan lebih sedih bila aku menerimamu

Maaf, walaupun aku tahu, ku tak dapat membohongi perasaanku...

Walaupun aku tahu aku mencintaimu, aku lebih tak ingin kau menderita

Maafkan aku...

 

Salam sayang,

Ruki

----

 

Airmata Ryuu pun turun...

Tak bisa ia membohongi hatinya

Ia masih sangat mencintai Ruki...

Yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah berdoa agar arwah Ruki bisa tenang di sisi-Nya

 

END~


 
 
Current Mood: accomplishedaccomplished
Current Music: Super Junior-No Other
 
 
akuma_n0_tsuki
03 January 2011 @ 09:55 am

g buat ini cuma bwt have fun aja...
kalo mau liat silahkan....
kalo gak juga gak apa2...
sorry gk upload d sini... soalny mls upload ny
*dihajar*
hex...
kalo mau liat, buka link ini aja...
http://www.facebook.com/album.php?aid=51327&id=100000017190357&ref=mf
tapi harus jadi tmn dulu d fb... *dihajar*
hehehe...
nanti kalo lagi rajin g upload d sini deh...
sekian.... ^^v
 
 
Current Mood: tiredtired
 
 
 
akuma_n0_tsuki
26 December 2010 @ 01:06 am
hy, i'm Akuma
my name is Akuma No Tsuki
you can call me Akuma
my real name is Audia
feel free to call me Akuma or Audia^^
i'm from Indonesia
now, i'm 15 years old
i love JPop and KPop
especially Hey!Say!JUMP^^
nice to know you^^
     



 
 
Current Mood: lazylazy